Wisata Religi Surabaya – selama ini dikenal secara luas sebagai Kota Pahlawan. Pekikan takbir Bung Tomo dan deru perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan telah melekat erat dalam identitas kota terbesar kedua di Indonesia ini. Namun, jika Anda bersedia menjelajah lebih dalam di balik megahnya gedung pencakar langit dan padatnya pusat perbelanjaan modern, Surabaya menyimpan sisi lain yang menenangkan jiwa: sebuah harmoni spiritual yang tertuang dalam berbagai destinasi wisata religi Surabaya.
Kota ini telah berabad-abad menjadi titik temu berbagai kebudayaan, etnis, dan agama. Mulai dari jalur perdagangan kuno yang membawa syiar Islam dari Timur Tengah dan Gujarat, kedatangan komunitas Tionghoa dengan keyakinan Konghucu dan Buddha, hingga pengaruh kolonial Eropa yang membawa kekristenan. Semua sejarah tersebut meninggalkan jejak berupa tempat-tempat ibadah legendaris yang tidak hanya menjadi tempat bersujud, tetapi juga oase kedamaian serta saksi bisu perkembangan peradaban.
Bagi Anda yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk keduniawian sekaligus memperkaya wawasan sejarah, berikut adalah 10 rekomendasi wisata religi Surabaya yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan Anda.
1. Wisata Religi Makam Sunan Ampel dan Masjid Agung Ampel

Jika berbicara tentang wisata religi Surabaya, destinasi pertama yang pasti terlintas di benak siapa pun adalah Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Terletak di bagian utara Surabaya, kawasan ini merupakan pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa Timur yang dipelopori oleh Raden Rahmat atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel, salah satu anggota Walisongo.
- Daya Tarik Sejarah: Masjid Agung Ampel didirikan pada tahun 1421. Arsitekturnya sangat unik, memadukan gaya Jawa kuno dengan pengaruh Arab. Di belakang masjid, terdapat kompleks pemakaman Sunan Ampel bersama para pengikutnya yang tak pernah sepi dari peziarah selama 24 jam penuh.
- Suasana Kedamaian: Berjalan di lorong-lorong kawasan Ampel akan membuat Anda merasa seperti terlempar ke masa lalu atau sedang berada di Timur Tengah. Aroma minyak wangi, dupa, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an yang bersahut-sahutan menciptakan atmosfer spiritual yang sangat kental dan meneduhkan hati.
- Kuliner & Belanja: Setelah berziarah, Anda bisa menjelajahi Pasar Ampel yang menjajakan kuliner khas Arab dan Madura, seperti kambing oven, roti maryam, hingga gulai mariam, serta membeli berbagai oleh-oleh khas Muslim.
2. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Kontras dengan nuansa kuno di Ampel, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) menawarkan kemegahan arsitektur modern yang luar biasa. Berdiri megah di wilayah Surabaya Selatan, masjid ini merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta.
- Keunikan Arsitektur: Masjid ini sangat ikonik dengan kubah besar berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi oleh empat kubah kecil berbentuk unik. Bentuk kubahnya menyerupai daun atau struktur geometris modern yang sangat estetik. Masjid ini juga dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna.
- Pengalaman Wisata: Pengunjung bisa menaiki menara tersebut menggunakan lift untuk menikmati pemandangan Kota Surabaya dari ketinggian. Di dalam ruang utama masjid, hawa sejuk langsung menyergap karena langit-langit yang sangat tinggi dan sistem ventilasi yang baik, membuat ibadah shalat di sini terasa begitu khusyuk dan damai.
3. Klenteng Sanggar Agung (Hong San Tang)

Surabaya adalah bukti nyata dari indahnya toleransi. Bergeser ke kawasan pesisir Kenjeran, Anda akan menemukan Klenteng Sanggar Agung. Klenteng ini bukan hanya tempat ibadah umat Tri Dharma (Taoisme, Buddhisme, Konghucu), melainkan juga destinasi wisata religi Surabaya yang sangat populer bagi wisatawan umum karena keindahan lanskapnya.
- Pesona Pinggir Laut: Ciri khas utama dari klenteng ini adalah keberadaan patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter yang berdiri megah menghadap ke laut lepas Selat Madura. Patung ini dikawal oleh dua patung naga raksasa yang meliuk di bawahnya, menciptakan pemandangan yang sangat megah, terutama saat matahari terbit (sunrise).
- Kedamaian Spiritual: Suara deburan ombak yang berpadu dengan aroma hio (dupa) yang terbakar memberikan ketenangan tersendiri. Berjalan di jembatan kayu di balik klenteng yang dikelilingi hutan bakau akan memberikan Anda waktu sejenak untuk berkontemplasi dan mengagumi keberagaman budaya di kota ini.
4. Pagoda Tian Ti

Masih berada di dalam kawasan Kenpark (Kenjeran Park) dan tidak jauh dari Klenteng Sanggar Agung, berdiri kokoh Pagoda Tian Ti. Nama “Tian Ti” memiliki arti “Sky Temple” atau “Altar Surga”, yang desainnya dibuat menyerupai Temple of Heaven yang ada di Beijing, Tiongkok.
- Nilai Seni dan Filosofi: Pagoda ini memiliki diameter sekitar 60 meter dengan tinggi mencapai 58 meter. Bangunan bundar tiga tingkat ini memiliki ukiran-ukiran naga dan ornamen khas Tionghoa yang sangat detail dan sarat makna filosofis tentang hubungan manusia, alam, dan Tuhan.
- Suasana Lokasi: Berbeda dengan klenteng yang aktif digunakan beribadah ritual harian, Pagoda Tian Ti di Surabaya ini lebih difungsikan sebagai pusat kebudayaan dan ruang terbuka hijau. Area di sekitarnya yang luas dan tenang menjadikannya tempat yang tepat untuk menenangkan pikiran sembari mengagumi mahakarya arsitektur klasik.
5. Patung Buddha Empat Wajah (Four Faced Buddha)

Surabaya tampaknya tak pernah kehabisan replika kemegahan dunia. Masih di sekitar Kenjeran, terdapat Patung Buddha Empat Wajah yang disebut-sebut sebagai replika dari patung Buddha Phra Phrom yang terkenal di Bangkok, Thailand. Bahkan, patung yang ada di Surabaya ini sempat tercatat di MURI sebagai patung Buddha empat wajah terbesar di Indonesia.
- Makna Spiritual: Patung setinggi 9 meter (belum termasuk kubah pelindungnya) ini dilapisi oleh lembaran emas murni yang didatangkan langsung dari Thailand. Keempat wajah Buddha ini melambangkan empat sifat baik Buddha, yaitu Metta (welas asih), Karuna (murah hati), Mudita (simpati), dan Upekkhha (keseimbangan batin).
- Atmosfer Tenang: Dikelilingi oleh pilar-pilar megah dan taman bunga yang dirawat dengan baik, tempat ini memancarkan aura magis dan ketenangan yang luar biasa. Banyak pengunjung datang ke sini untuk bermeditasi atau sekadar menikmati kedamaian di bawah bayang-bayang patung emas yang berkilauan.
6. Masjid Cheng Hoo Surabaya

Kembali ke wisata religi bernuansa Islam, ada satu masjid yang merekam dengan sangat indah asimilasi budaya antara Islam dan Tionghoa, yaitu Masjid Muhammad Cheng Hoo. Terletak di Jalan Gading, tidak jauh dari Balai Kota Surabaya, masjid ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Hoo, seorang pelaut Muslim asal Tiongkok yang pernah singgah di Jawa untuk berdagang sekaligus menyebarkan kedamaian.
- Arsitektur Unik Nyentrik: Sekilas, bangunan ini sama sekali tidak terlihat seperti masjid pada umumnya, melainkan menyerupai kelenteng atau kuil dengan dominasi warna merah menyala, hijau, dan kuning emas. Atap utamanya berbentuk segi delapan yang menyerupai pagoda.
- Pesan Toleransi: Keberadaan Masjid Cheng Hoo menjadi bukti sahih bahwa Islam tidak mendistorsi budaya lokal atau budaya bawaan, melainkan bisa melebur dengan harmonis. Mengunjungi masjid ini memberikan ketenangan batin sekaligus membuka mata kita tentang indahnya persaudaraan antar-etnis.
7. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria (Kepanjen)

Bagi umat Kristiani atau pencinta sejarah kolonial, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria yang terletak di Jalan Kepanjen adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Gereja ini merupakan gereja katolik tertua di Surabaya yang mulai dibangun pada tahun 1899 dan diresmikan pada tahun 1900.
- Kemegahan Neo-Gothic: Gereja ini mengadopsi gaya arsitektur Neo-Gothic khas Eropa abad pertengahan dengan dinding batu bata merah yang kokoh tanpa plester, jendela-jendela tinggi melengkung, serta menara lancip yang menjulang ke langit. Salah satu daya tarik utamanya adalah jendela kaca patri (stained glass) berwarna-warni di dalam gereja yang menceritakan kisah-kisah di Alkitab.
- Sarat Sejarah: Bangunan ini sempat mengalami kerusakan parah akibat perang panggung pertempuran 10 November 1945, namun berhasil direnovasi tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Suasana di dalam gereja sangat hening, sejuk, dan agung, memberikan ruang yang sangat intim bagi siapa saja yang ingin berdoa dengan tenang.
8. Makam Sunan Bungkul (Kawasan Taman Bungkul)

Taman Bungkul dinobatkan sebagai salah satu taman kota terbaik di Asia karena kebersihan dan fasilitasnya. Namun, tahukah Anda bahwa di tengah-tengah taman modern ini terdapat sebuah situs wisata religi Surabaya yang sangat dikeramatkan? Ya, di sinilah letak peristirahatan terakhir Sunan Bungkul atau Ki Ageng Supo.
- Siapa Sunan Bungkul? Beliau adalah seorang ulama besar pada masa Kerajaan Majapahit yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Sunan Ampel. Beliau dikenal karena kegigihannya menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya Selatan.
- Harmoni Modern dan Spiritual: Uniknya, meskipun berada persis di tengah taman yang ramai oleh anak muda, tempat bermain anak, dan pusat kuliner, area makam Sunan Bungkul tetap terjaga kesucian dan ketenangannya. Kontras antara dinamika modernitas taman dan keheningan spiritual makam memberikan sensasi kedamaian yang unik bagi para peziarah.
9. Pura Agung Jagat Karana

Surabaya juga memiliki komunitas umat Hindu yang cukup besar, dan pusat spiritual mereka berada di Pura Agung Jagat Karana yang terletak di Jalan Ikan Lumba-Lumba, Krembangan. Pura ini diresmikan pada tahun 1969 dan menjadi pura terbesar di Surabaya.
- Nuansa Bali di Surabaya: Begitu melangkah kaki memasuki gerbang pura (Candi Bentar), Anda akan langsung merasa seperti berpindah ke Pulau Dewata. Arsitektur pura ini sangat autentik dengan ukiran batu khas Bali, pohon-pohon kamboja yang rindang, serta kain kotak-kotak (poleng) yang menghiasi beberapa sudut bangunan.
- Kedamaian Suasana: Pura ini terletak agak jauh dari jalan raya utama, sehingga suasananya relatif tenang dan sepi dari kebisingan kota. Bau harum dupa yang dibakar berpadu dengan arsitektur sakral menciptakan atmosfer yang sangat magis, damai, dan penuh harmoni.
10. Gereja Kepanjen (GKJW Gubeng) / Kompleks Makam Peneleh

Sebagai penutup rangkaian wisata religi Surabaya, kita bisa mengunjungi kawasan Peneleh. Peneleh adalah salah satu kampung tertua di Surabaya. Di kawasan ini, selain terdapat Masjid Peneleh yang didirikan oleh Sunan Ampel, juga terdapat Makam Peneleh (De Begraafplaats Peneleh), sebuah pemakaman Kristen kuno dari zaman Belanda yang dibangun pada tahun 1847.
- Wisata Sejarah Spiritual: Makam Peneleh memuat ribuan makam warga Eropa dan pejabat kolonial Hindia Belanda dengan arsitektur makam bergaya Gothic dan Neoklasik yang dipenuhi patung-patung malaikat yang indah namun melankolis.
- Refleksi Kehidupan: Berjalan di antara pusara-pusara tua di bawah rindangnya pepohonan besar memberikan ruang bagi kita untuk merenungi arti kehidupan, kematian, dan perjalanan waktu. Tempat ini sangat tenang dan sarat akan nilai historis yang mendalam tentang bagaimana berbagai bangsa pernah hidup dan tiada di tanah Surabaya.
Tips Nyaman Melakukan Wisata Religi di Surabaya
Agar perjalanan spiritual Anda di Kota Pahlawan berjalan dengan lancar, nyaman, dan tetap menghormati kesucian tempat yang dikunjungi, berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:
- Berpakaian Sopan dan Menutup Aurat: Karena tempat-tempat yang dikunjungi adalah tempat ibadah aktif, pastikan Anda mengenakan pakaian yang longgar, sopan, dan menutup aurat. Bagi wanita yang mengunjungi masjid atau makam Islam, disarankan membawa kerudung atau selendang.
- Menjaga Sopan Santun dan Ketenangan: Jagalah volume suara Anda saat berada di dalam area tempat ibadah. Hindari tertawa terbahak-bahak atau membuat kegaduhan yang dapat mengganggu kekhusyukan umat yang sedang beribadah.
- Izin Sebelum Memotret: Sebagian besar tempat wisata religi di atas sangat instagramable. Namun, selalu utamakan etika. Jangan memotret orang yang sedang melakukan ritual doa secara terang-terangan dari jarak dekat tanpa izin.
- Perhatikan Waktu Kunjungan: Hindari berkunjung ke tempat ibadah pada saat jam-jam ibadah puncak (seperti waktu shalat Jumat di masjid, hari Minggu pagi di gereja, atau saat hari raya keagamaan besar di pura/klenteng), kecuali jika Anda memang berniat untuk ikut beribadah di sana.
Hubungi Kami dan Booking Paket Wisata Anda Sekarang!
Jangan biarkan akhir pekan Anda berlalu begitu saja dengan rebahan di rumah. Kota Surabaya dengan segala keramahan, keindahan budaya, dan kelezatan kulinernya sudah melambai-lambai menanti kedatangan Anda.
wisatamalang.co.id berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kenyamanan liburan Anda dan orang-orang tercinta. Percayakan perjalanan Anda kepada agen wisata berpengalaman kami. Hubungi kami sekarang juga untuk konsultasi gratis mengenai rute, penyesuaian jadwal, atau negosiasi harga terbaik untuk paket wisata religi surabaya
Klik tombol di bawah ini untuk terhubung langsung dengan konsultan wisata kami via WhatsApp!
FAQ
1. Apakah tempat-tempat wisata religi di Surabaya ini terbuka untuk umum dan gratis?
Jawab: Sebagian besar tempat wisata religi di Surabaya terbuka untuk umum dan gratis (tidak dipungut tiket masuk). Namun, di beberapa tempat seperti kawasan Kenpark (Klenteng Sanggar Agung, Pagoda Tian Ti, dan Patung Buddha Empat Wajah), Anda akan dikenakan tarif tiket masuk gerbang utama kawasan wisata Kenjeran Park. Selain itu, untuk tempat makam dan masjid, biasanya disediakan kotak amal sukarela.
2. Kapan waktu terbaik untuk berkunjung?
Jawab:
- Pagi hari (05.00 – 08.00): Sangat disarankan untuk tempat outdoor seperti Klenteng Sanggar Agung demi menikmati matahari terbit yang indah di tepi laut.
- Sore/Malam hari: Sangat cocok untuk berziarah ke Makam Sunan Ampel atau menikmati megahnya lampu-lampu di Masjid Nasional Al-Akbar.
- Catatan: Sebaiknya hindari datang tepat pada jam ibadah utama (misal: saat Salat Jumat di masjid atau Minggu pagi di gereja) agar tidak mengganggu umat yang sedang beribadah.
3. Apakah non-Muslim boleh masuk ke area Masjid Ampel atau Masjid Al-Akbar?
Jawab: Boleh. Kedua masjid tersebut sangat terbuka bagi wisatawan non-Muslim yang ingin belajar sejarah atau menikmati arsitekturnya. Syarat utamanya adalah berpakaian sopan (lengan panjang dan celana/rok panjang) serta menjaga ketenangan. Khusus untuk area utama salat dan area sakral makam Sunan Ampel, biasanya ada batas suci atau aturan khusus yang harus dipatuhi.
4. Transportasi apa yang paling mudah digunakan untuk keliling wisata religi di Surabaya?
Jawab: Surabaya memiliki transportasi umum modern seperti Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo yang tarifnya sangat murah dan rutenya melewati beberapa titik wisata. Namun, jika Anda ingin menjelajahi banyak tempat dalam satu hari secara efisien, menggunakan moda transportasi online (ojek/taksi daring) atau menyewa mobil adalah pilihan terbaik.
5. Apakah area wisata religi di Surabaya ramah untuk anak-anak dan lansia?
Jawab: Secara umum cukup ramah. Tempat seperti Masjid Al-Akbar dan Makam Sunan Bungkul memiliki area halaman yang luas dan mudah diakses. Namun, untuk kawasan Makam Sunan Ampel, jalurnya berupa gang-gang pasar yang sering kali sangat padat dan ramai oleh peziarah, sehingga memerlukan pendampingan ekstra jika membawa lansia atau anak kecil.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Price List Rental Mobil Malang
Price List Rental Mobil Malang Murah dengan fasilitas lengkap serta pelayanan baik dan terpercaya parikesit tour malang solusinya. Kenapa Harus Rental Mobil ? Liburan di Kota Malang dan Kota Batu banyak sekali hal menyenangkan yang bisa anda dapatkan baik bersama kerabat, keluarga. Sekedar menikmati suasana yang hangat di obyek wisata ataupun mencoba wahana ... selengkapnya
Goa Pinus Batu Malang : Paket Wisata, Tiket Masuk, Lokasi dan Jam Buka
Goa Pinus Batu Malang bisa jadi pilihan wisata alam yang tepat. Goa Pinus Batu Malang telah menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian banyak wisatawan, terutama para pencinta fotografi dan alam. Berlokasi di kawasan bukit dengan hutan pinus yang lebat, tempat ini menawarkan suasana sejuk dan pemandangan alam yang memanjakan mata. Daya Tarik ... selengkapnya
Rest Area Wringinanom Malang : Gerbang Menuju Gunung Bromo
Sekarang banyak rest area menuju objek wisata Gunung Bromo karena kementrian PUPR membangun beberapa rest area salah satunya rest area Wringinanom Malang. Disini para wisatawan bisa singgah sejenak sebelum melanjutkan wisata ke Gunung Bromo. Wisatawan bisa beristirahat sejenak sekaligus merasakan udara sejuk khas pegunungan. Tersedia banyak fasilitas yang bi... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
081 223 344 685 -
Whatsapp
081223344685 -
Messenger
parikesit.tour -
Email
parikesitmlg@gmail.com
